Sebuah Catatan Kehidupan

Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.

Ada beberapa hal yang menjadi pelajaran dari kisah hubunganku sebelumnya. Baik aku dan dia memang bukan yang sempurna. Dan aku pun tak meng-klaim bahwa diriku lebih baik dari dirinya. Apa yang aku tulis di sini adalah dari sudut pandangku.

Pertama, tidak buru-buru memutuskan untuk berpacaran dengan seseorang. Sebaiknya kenali dahulu, pendekatan dahulu. Mengenal karakter calon pasangan kita, dan banyak hal yang perlu dikenali. Bila kita yakin, maka baru ambil keputusan.

Kedua, bicarakan “kesepakatan” apa yang boleh apa yang tidak boleh. Keterbukaan antara dua belah pihak sangat dibutuhkan. Dan selalu bersiap bila kesepakatan itu mengalami perubahan, bisa berkurang bisa bertambah. tergantung situasi. Dan namanya kesepakatan, maka kedua belah pihak harus setuju.

Ketiga, living together is a much more complex thing! Jangan pernah mengajak orang yang baru pacaran sebentar untuk tinggal bareng. Karena belum tentu akan lebih baik. Kenali dulu baik-baik si pacar kita itu. Mungkin 2 tahun setelah pacaran kali ya, trust me it takes time to know your spouse well.

Keempat, keep family-things away from the conflict! Harus disepakati bahwa bila suatu saat ada konflik, tidak membawa-bawa keluarga. Hal ini sangat sensitif. Kita tahu dalam dunia begini family privacy itu sangat penting. Bila pasangan sudah melanggar ini, sebaiknya pertimbangkan kembali hubungan kalian.

Kelima, tidak memaksakan diri dalam hal ekonomi. Seawal mungkin membicarakan tentang kondisi keuangan atau ekonomi masing-masing. Dan harus bisa saling mendukung, atau paling tidak, tidak menjadi beban salah satu pihak. Kalau mau sama-sama berjuang, itu lebih baik.

Kita tidak pernah tahu, apakah kita jatuh cinta pada orang yang benar atau salah. Tetapi, sebisa mungkin kita meminimalisasi, untuk jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan orang yang salah. Semoga hal ini menjadi pelajaran penting untuk masa depan, khususnya buat aku pribadi.

Semoga!

Posted in ,

One response to “Belajar dari Kemarin”

Leave a reply to Yusrizull Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.