Sebuah Catatan Kehidupan
Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.
Category: Uncategorized
-

Perjumpaan Medio 2015, pagi itu di jam yang hampir sama, entah ini untuk yang ke berapa kali, aku buru-buru menuju ke Halte Duren Tiga, salah satu halte Bus Transjakarta yang membentang antara Mampang Prapatan ke Ragunan. Ada harap aku bisa bertemu lagi dengan lelaki tampan itu lagi. Benar saja, dia juga hampir bersamaan denganku sampai…
-
Aku ingin Saat bangun pagi, kulihat kau di sampingku. Entah kau duluan yang bangun, atau aku duluan. Hangatnya peluk dan ciummu adalah hal baik pertama dalam hari-hariku. Kalau waktu senggang, saat kita tidak larut dalam pekerjaan, menikmati pagi dengan ngopi berdua. Ngobrol hal-hal ringan dan rencana-rencana kita. Kita tetap menghidupkan rasa cinta di diri kita…
-

Kalau aku mencintaimu, apakah kau akan membalas cintaku? Aku melalui hari-hariku dengan menahan perasaanku. Entah, apakah kau merasakannya atau memperhatikannya? Setiap hari ada rindu yang kian mengembang. Hanya bisa menyapamu dalam obrolan melalui pesan digital atau sekedar bertemu dalam balutan ngopi atau nongkrong. Bertemu, untuk menikmati secangkir kopi yang mungkin itu-itu saja. Berharap kau tak…
-
Musik//lagu menjadi alat untuk menjelajah masa lalu. Saat diputarkan sebuah musik//lagu, tetiba kita melesat ke gambaran-gambaran masa silam. Beda lagu, beda rasa. Perasaan yang sudah lama dipendam bisa muncul entah itu karena musik atau liriknya. Pikiran menerawang jauh. Sekilas kenangan dengan segala bumbu rasa membuncah. Mengepung kesadaran. Ada rindu untuk bisa kembali melaluinya. Mulut pun…
-

Terombang-ambing. Tak ada ambing yang tak kami ombang. Karena kami: Terombang (k)ambing! Ternyata aku berada di titik ini, kamu juga. Ah, kok sama? Padahal perbedaan itu indah. Seindah pelangi di matamu, katanya. Emangnya matamu abis hujan? Kok ada pelangi? Ah, rupanya kamu habis menangis semalam, emang semalam di mana? Sama siapa? Lho kok jadi posesif?…
-

Tidak pernah kubayangkan sekalipun, aku berada di dalam mobil jenazah seperti ini. Pagi itu setelah sekian kali menahan air mata, aku duduk di samping supir mobil jenazah. Aku melihat ke arah depan, di mana pak supir berusaha untuk dapat akses jalan yang lebih cepat. Jalanan dari RS ke rumah yang beberapa hari belakang kulalui dengan…
-

Lucu ya, dulu aku jatuh cinta padamu. Melakukan banyak hal agar bisa sekedar diakui. Melewati malam dengan banyak kegalauan, juga melewati sakit hati yang cukup parah, tapi tak ada yang tahu saat itu. Aku simpan semua sendiri. Seakan tidak terjadi apapun. Sekarang (sudah bertahun-tahun lalu sih) aku sudah senetral itu. Aku bisa duduk berlama-lama denganmu…
-

Yang ada di kepalaku saat ini adalah bagaimana aku bisa bersatu denganmu. Membuatmu selalu tersenyum, mendengar suaramu, bersenda gurau denganmu. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. Menikmati minuman hangat dan dingin berdua, menjelajah negeri bersama, tertawa riang gembira denganmu. Hidup dengan sederhana, sekedar menikmati langit malam, atau hanya bercerita tanpa benteng. Oh Tuhan, aku rindu…
-
Saat berada di Toilet di Kalibata City kemarin siang, terdengar di area toilet seorang atasan sedang memberi nasihat ke bawahannya. Atasan: “Nah, gitu. Yang Rajin. Gak perlu disuruh dahulu, selalu jaga kebersihan toilet.” Bawahan: “Siap Pak!” Atasan: “Kalau kerja yang sabar. Kalau gajian sisihkan buat zakat dan shodaqoh.” Bawahan: “Iya, Pak.” Atasan: “Bukan cuma yang…
-
“Doa harus selalu diikuti dengan tawakal karena doa adalah simbol dari ketidakmampuan kita di hadapan Allah SWT, bukan tuntutan pada Sang Maha Kuasa agar menuruti apa yang kita mau. Tidak ada ujung yang namanya kecewa pada doa karena ujung doa yang benar adalah bagi kemaslahatan umat, bukan untuk kesenangan diri sendiri.” – Shantyadutha: Krisis Gogoma…