
Aku hanyalah manusia biasa yang mencoba menjalani hidup apa adanya, berusaha jujur pada diri sendiri, pada Tuhan dan pada alam sekitar.
Pernah belajar selama 5 tahun di Fakultas Biologi tidak serta merta membuatku jadi seorang ilmuwan di bidang Biologi, aku lebih tertarik pada isu-isu kesehatan masyarakat dan penggemar film dan buku juga pemerhati masalah-masalah sosial, paling tidak, yang terjadi di sekitarku.
Inyong, merupakan bahasa Banyumas yang berarti aku. Terlahir, tumbuh dan berkembang di Kota Tegal, kemudian kuliah dan merintis karir di Purwokerto, Banyumas membuat bahasa yang cukup kental di lidahku adalah Bahasa Tegal dan Banyumas. Namun aku juga bisa berbahasa Jawa (Kromo Inggil, Kromo dan Ngoko) plus bahasa Jawa Timur-an a la Malang meskipun hanya sedikit-sedikit.
Sejak 2011 tinggal di Jakarta untuk mencari sesuap nasi dan segunung emas & berlian. Perjalanan hidupku mengantarku pada lingkaran-lingkaran pertemanan yang fokus pada supranatural dan spiritual tanpa mengecilkan makna sisi kehidupan lainnya.
Leave a comment