Sebuah Catatan Kehidupan

Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.

Dag-Dig-Dug

Kalau aku mencintaimu, apakah kau akan membalas cintaku?

Aku melalui hari-hariku dengan menahan perasaanku. Entah, apakah kau merasakannya atau memperhatikannya?

Setiap hari ada rindu yang kian mengembang. Hanya bisa menyapamu dalam obrolan melalui pesan digital atau sekedar bertemu dalam balutan ngopi atau nongkrong.

Bertemu, untuk menikmati secangkir kopi yang mungkin itu-itu saja. Berharap kau tak bosan dengan kopi atau obrolan atau pertemuannya.

Rasa sayang yang terbentuk, kuharap bukanlah akumulasi dari kesepian kita masing-masing. Rasa sayang yang ada padaku adalah akumulasi perasaanku padamu yang selama ini aku simpan, aku gadang-gadang suatu saat nanti bisa aku ungkapkan untuk benar-benar merajut masa depan bersamamu.

Awal pertemuan kita yang hampir satu dasa warna lalu adalah awal aku menyimpanmu dalam hati di mana aku ingin kau adalah akhir dari perjalanan cintaku.

Aku tahu aku tak sempurna atau bahkan tidak masuk kategori pria idealmu. Tapi gambaran idealisme itu masih bisa berubah menyesuaikan kondisi, bukan?

Aku takut saat aku berkata tentang perasaanku ini, dan semua ternyata tak berjalan seperti yang aku mau, atau yang kamu mau, maka kita menjadi asing. Saling menjauh. Lalu kita sama-sama hilang.

Aku tak tahu akan seperti apa masa depan kita kalau kita berdua bersatu. Tapi aku yakin aku bisa melalui apapun, kalau itu bisa bersamamu.

Aku mencintaimu, apakah kamu mau jadi pasanganmu?

17 Juni 2025

20.07

Saat hujan di Mampang

Posted in

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.