Kalau diingat-ingat kembali, bangsa ini begitu mudah terbelah menjadi dua sisi adalah saat kampanye pemilu presiden tahun 2014. Begitu tajam sekali perselisihan antar dua kubu.
Dilanjutkan dengan pilkada DKI, meskipun ada 3 pasangan calon, namun yang terlihat adalah pro Ahok dan kontra Ahok. Semua energi saat itu cukup terkuras untuk saling balas, saling menjatuhkan, saling mengungguli.
Dan ternyata tidak cukup berhenti sampai situ. Bahkan hingga kini, begitu mudahnya orang mencaci tentang hal yang tidak sepemahaman atau opini yang berseberangan dengan kelompoknya. Di gelitik sedikit saja dengan status FB, postingan Twitter, postingan IG atau sekedar judul yang provokatif dari berita online. Wuah, dengan serta merta orang akan memposisikan di pro atau kontra.
Nyinyir sana, nyinyir sini. Orang lebih mudah menjatuhkan orang lainnya daripada memberikan masukan konstruktif kepada orang lain. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.
Harus kuat mental, cyin!
Leave a comment