Sebuah Catatan Kehidupan

Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.

Cinemas
Beberapa bioskop yang saat ini ada di Jakarta

Berbicara tentang menonton film, artinya menarik ingatanku kembali ke tahun 1989 – 1991, kelas 3 sampai 5 SD, di Cepiring, Kab. Kendal. Di masa itu, aku tinggal dekat sekali dengan Gedung Bioskop Sri Agung.

Harga tiketnya masih Rp. 500,- untuk waktu regular dan Rp.250,- untuk extra show (jam 11 siang di hari minggu). Sempat naik menjadi Rp. 700,- untuk regular show.

Aku mulai mengingat nama-nama pemeran film dengan melihat poster-poster yang dipajang. Tidak seperti sekarang, poster film zaman itu lumayan banyak menunjukkan adegan-adegan dalam film. Menghapalkan dengan mengingat nama dan wajah-wajah kemudian membandingkan dengan film-film selanjutnya.

Aku ingat, di setiap poster film pasti disebutkan “Segala Umur“, “Untuk 13 tahun ke atas” atau “Untuk 17 tahun ke atas“, bahkan di loket pembelian tiket pun dipasang. Saat itu, ada ketidaknyamanan bila aku mau membeli tiket saat yang diputar adalah film yang “Untuk 17 tahun ke atas“. Berbeda sekali dengan sekarang di mana sulit kita temui film yang diputar itu masuk kategori apa, namun bila jeli di layar TV tepat di belakang penjualan tiket di situ tertera nama film, jam tayang dan kategori filmnya.

Dengan banyaknya artikel dan majalah yang membahas tentang film-film baik yang akan, sedang maupun sudah tayang, penonton sekarang menjadi punya ekspektasi yang cukup tinggi terhadap sebuah film, tak jarang bila setelah menonton film mereka kecewa karena tidak seperti yang dibayangkan atau tidak seperti review yang dia baca. Menurutku sih, menonton itu lebih nikmat kalau kita benar-benar mengikuti alur cerita dan menemukan sendiri berbagai rasa di film itu.

Belakangan ini aku rajin untuk memberi rating setiap film yang aku tonton melalui aplikasi IMDb dan Movie Mates. Paling tidak memberi sedikit sumbangan “suara” bahwa sebuah film bagus atau tidak. Namun semuanya dikembalikan kepada si penikmat film itu sendiri.

Sudah dari dulu pula aku suka menonton berbagai film serial. Bahkan dahulu pernah dengan rajinnya menonton film serial silat mandarin, dengan video player beta. Kebayang khan harus seberapa tumpuk tuh kalo serinya lebih dari 20. Kemudian rajin nonton film seri di TV swasta, seperti The X-Files, Dawson’s Creek, Friends dan lainnya. Sekarang tinggal beli dvd-nya di Glodok atau ITC terdekat atau download aja… langsung bisa menikmati serialnya.

Punya teman yang hobi juga nonton itu juga seru. Bisa saling tukar informasi tentang film yang keren atau sekedar beropini tentang sebuah film. Tidak harus sama-sama suka, yang penting bisa saling berbagi cerita.

Sudahkan nonton film pekan ini?

Posted in

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.