Sebuah Catatan Kehidupan

Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.

Mengajar Bukan Berarti Guru

Bila dipikir lebih dalam dan menjelajah ke masa silam, tenyata ada sebagian diriku yang mencintai mengajar, mengajarkan sesuatu yang aku pahami. Di masa kuliah S1 di Fakultas Biologi, UNSOED dari tahun 1999 – 2004, aku ingat beberapa kali menjadi Asisten Praktikum. Asisten Praktikum adalah seseorang yang bertugas menyiapkan materi dan bahan serta alat praktikum untuk para mahasiswa, juga menyiapkan soal-soal kuis dan tes lainnya. Otomatis asisten praktikum juga harus menguasai-atau paling tidak-paham dengan materi yang akan disampaikan atau yang akan dipraktekkan. Mulai dari meng-asisten-i Fisika Dasar, Anatomi hewan, Fisiologi Hewan hingga Biologi Reproduksi Hewan, juga tak luput menjadi asisten Biologi Dasar untuk Mahasiswa Pendidikan Kedokteran. Tidak, aku tidak hapal semuanya, karena aku bukan penghapal.

Selepas kuliah, dalam waktu yang cukup singkat, aku diberikan kepercayaan oleh seorang sahabat untuk mengajar di lembaga kursus bahasa. Mulai hanya memberikan materi extraclass activity hingga akhirnya handle kelas. Kelas Children (SD kelas 4-6, SMP kelas 1), kelas umum (SMA – Mahasiswa – umum lainnya), kelas private, juga kelas akademi kebidanan. Meskipun tidak punya background khusus Bahasa Inggris, tapi dengan segala ke-pede-an dan bermodalkan belajar terus menerus, alhamdulillah bisa mengajar Bahasa Inggris sekitar 2 tahun-an. Dan, Tidak, aku tidak meng-claim bahwa aku mahir dalam berbahasa Inggris, masih jauh dari sempurna. 😉

Merambah ke dunia LSM, menjadikan cara mengajar yang berbeda. Mengajar dengan cara berdiskusi, mengajar dengan cara sosialisasi, atau mengajar dengan cara presentasi. Bila tidak boleh dikatakan ‘mengajar’, mungkin lebih tepat dengan kata ‘berbagi’ karena dalam prosesnya pun aku mendapatkan ilmu dari orang-orang yang aku ajak interaksi. Juga, tidak, aku tidak paham semua yang menjadi topik bahasan namun aku terus membuka diri untuk menambah wawasanku.

Satu hal yang terus ada dalam kepalaku, jangan berhenti belajar dan berbagi ilmu dengan siapapun.

Jakarta, 10 November 2015

Selamat Hari Pahlawan, mari berjuang melawan kemalasan diri sendiri!

(Diposting untuk pertama kalinya di Facebook)

Posted in

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.