Sebuah Catatan Kehidupan

Hidup itu anugerah, Hidup itu perjalanan panjang, Hidup itu penuh makna dan pelajaran.

Cinta itu membuat orang tak bisa fokus terhadap apa yang dikerjakannya, di dalam pikirannya sering muncul gambaran sang kekasih.

Cinta itu membuat mata berbinar-binar saat melihat sang kekasih.

Cinta itu membuat jantung berdegub kencang saat akan bertemu, membuat lidah kelu saat akan berucap, dan serba salah ketika di dekat sang kekasih.

Cinta itu perih saat menemukan ternyata aku tak ditakdirkan berlanjut bersama sang kekasih.

Cinta itu bisa membuat tawa menjadi tangis. Bahkan sebaliknya.

Cinta itu tak pernah salah. Yang ada hanya batasan sosial dan budaya yang membuat kita menjadi salah.

Cinta itu mengubah kita, mendewasakan kita, juga bisa membuat kita jadi lupa diri.

Cinta itu meluluhkan segala idealisme dan perfectionisme dan menjadikan kita bertoleransi.

Cinta itu kadang tak bisa memiliki. Melepaskan dan ikhlas menjadi salah satu bukti tentang rasa.

Cinta itu bisa tumbuh bak rumput kering yang mendapat guyuran air hujan pertama.

Cinta itu bisa begitu menggebu-gebu, seakan menunjukkan pada dunia bahwa kita sedang berbunga-bunga.

Cinta itu datang dari hati, kadang juga berawal dari mata, bukan dari kelamin.

Cinta itu tak kita pilih, dia bisa menerobos dan melesat di saat tak terduga.

Cinta itu membuat kita lebih humanis, namun bila tersesat kita bisa menjadi super sadis.

Cinta itu bak puisi romantis yang kita sulit memprediksi apa makna sebenarnya.

Cinta itu bisa abadi. Terselip rapi di sudut hati lalu kita melanjutkan hidup menemukan cinta lainnya.

 Sejengkal perjalanan cinta, 12 November 2015

(Dipublikasikan pertama kali di Facebook)

Posted in

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.