Zaman SD dahulu bila diminta untuk mengarang tentang banjir, pasti lebih banyak menceritakan penyumbatan aliran sungai karena sampah. Mungkin karena SD dahulu aku hidup di daerah pedesaan atau di kota kecil.
Sekarang aku tinggal di Jakarta, di saat musim hujan pasti banjir menjadi momok buat semua warga Jakarta. Mencoba mengurai penyebab banjir di ibukota ini:
Pembangunan daerah yang tidak ramah lingkungan
Pembangunan gedung-gedung di area Jakarta yang tidak mengindahkan kebutuhan ruang untuk resapan air hujan sangat berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat terserap saat hujan. Ditambah lagi pembangunan di daerah atas (Bogor) yang juga tidak memperhatikan daya ikat pohon-pohon terhadap air hujan, sehingga saat hujan deras, air langsung mengalir ke aliran sungai karena area hutan sudah berubah menjadi objek wisata atau pemukiman.
Sungai yang menjadi padat
Entah sudah berapa banyak bantaran sungai di daerah jakarta dan sekitarnya yang berubah fungsi. Belum lagi masalah sampah dan limbah yang dibuang ke aliran sungai. Pendangkalan sungai pun tak bisa terelakkan.
Anomali Cuaca
Beberapa tahun belakangan ini memang cuaca sudah sangat berubah. Dulu dapat dipastikan bahwa musim penghujan datangnya Oktober – Maret dan kemarau datang April – September. Sekarang? Tak pasti kapan awal dan akhir masing-masing musimnya. Mungkin juga dipengaruhi oleh global warming (atau mungkin High-frequency Active Auroral Research Program/HAARP?)
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar kedepan bencana banjir ini tidak terjadi (paling tidak area banjir menjadi berkurang)?
Semua orang punya peran sesuai dengan kekuasaannya dan kemampuannya.
Mari kita merenungkan hal ini dan segera mengambil tindakan pencegahan!
Leave a comment